Feeds:
Posts
Comments

Kangen nulis lagi….

Membaca kembali comment yang masuk dari tulisan yang saya posting 7 tahun lalu, membuat saya kangen buat nulis lagi tentang rasa dan perasaan seiring dengan pengalaman hidup yang saya lalui.

Berbagi cerita dan pengalaman sebenarnya membuat hati ini tenteram dan merasa punya tempat untuk meluapkan emosi jiwa.

Kangen nulis lagi…

Saat ini lebih banyak disibukkan pekerjaan administrasi sekolah dan oleh dunia maya yang lain. Social media yang katanya connecting people…

Kangen nulis lagi….

Jika saja waktu luangku bisa ku alihkan sedikit saja utk menulis di sini kembali seperti 7 tahun lalu….

Semoga….

Judul itulah yang disampaikan ibu Pormina Silaen pada saat beliau menjadi Pembina Upacara Senin, 4 Februari lalu.

Cerita tentang dua orang sahabat yang melakukan perjalanan jauh. Berselisih paham pada saat mereka berada di tepi pantai, sampai salah satu dari mereka menampar sahabatnya.

sahabat yang ditampar menuliskan isi hatinya di atas pasir:

“hari ini sahabat terbaikku mnampar aku”

mereka melanjutkan perjalanan, sampai akhirnya tiba disebuah gurun yang terdapat oasis (sumber air). Karena letih dan haus, sahabat yang ditampar tadi mengambil air di oasis tersebut dan hampir terjatuh ke dalamnya.

Lalu ia ditolong oleh sahabatnya…

ia menulis kembali…

tapi kali ini tidak di atas pasir melainkan di atas batu:

“hari ini sahabat terbaikku menolong nyawaku”

sahabatnya heran melihatnya dan bertanya:

Mengapa saat aku menamparmu, kau tulis isi hatimu di atas pasir sedangkan saat aku menolongku, kau tulis isi hatimu di atas batu?

kemudian sahabat itu menjawab:

saat kamu menamparku, aku sakit hati dan kutumpahkan perasaanku di atas pasir… agar semua hilang bersama ombak… semua hanya sementara…

tapi saat kamu menyelamatkan nyawaku, kutumpahkan perasaan itu di atas batu, agar tulisan itu terpatri abadi selamanya dan orang lain bisa membacanya kembali bahwa sahabatku telah menyelamatkan aku….

Singkat, namun cerita itu begitu bermakna….

sahabat,….

dikala susah dan sesakit apapun hati kita akan perlakuan sahabat kita, hendaklah itu disimpan di hati dan kalaupun ingin dicurahkan, mengadulah pada sesuatu yang tiada orang lain tahu…

tapi dikala senang dan sekecil apapun jasa yang diberikan sahabat kepada kita, kenanglah dan ukir itu menjadi sesuatu yang abadi, tidak hanya di hati saja tapi juga yang bisa orang lain tahu…

Semoga kita bisa belajar dari cerita itu untuk bisa menjadi sahabat terbaik untuk orang-orang di sekitar kita.

Amin….

Marah itu Mudah

Banyak situasi dan kondisi saat ini yang bisa membuat orang untuk mudah marah. Mudah marah dengan kondisi jalanan yang macet, mudah marah dengan orang yang tidak kita senangi, mudah marah dengan situasi kerja yang tidak kondusif dan hal-hal lain yang mungkin bisa membuat emosi marah dalam diri kita mencuat keluar.

satu baris kalimat yang ditulis oleh suami saya di dinding kamarnya, pada saat pertama kali saya menginjakkan kaki di rumahnya:

MARAH ITU MUDAH,

TAPI…..

MARAH PADA ORANG YANG TEPAT

PADA WAKTU YANG TEPAT

PADA TEMPAT YANG BENAR

DENGAN KADAR YANG SESUAI

TIDAK LAH MUDAH!!!!!

untaian kalimat itulah yang senantiasa mengingatkan saya, bahwa banyak orang yang mengaku bijak dan merasa telah adil, merasa telah melakukan hal yang benar tidak mampu untuk berlaku bijak, adil dan sesuai dengan yang sebenarnya dalam bertutur kata dan bertingkah laku.

Emosi marah, sedih, senang yang dianugrahkan Tuhan Yang Maha Kuasa kepada kita, adalah sesuatu yang berharga untuk kita. Namun bagaimana kita Me MANAGE Emosi dalam diri kita menjadi sesuatu yang indah, yang proporsional dalam diri kita, melihat segala sesuatu secara OBJECTIF dan TIDAK SUBJECTIF.

Hidup ini belajar, dan karenanya saya harus banyak belajar dan belajar banyak dari hal-hal yang saya temui selama perjalanan hidup ini agar yang bisa bersikap objektif dengan segala sesuatu dan bisa me-manage emosi marah saya pada: orang, waktu, tempat yang tepat, dan kadar yang sesuai.

Amin. Waallohu ‘A lam

Saat ini, tak seperti tahun-tahun sebelumnya, akreditasi dilakukan untuk tiap program keahlian.

bagi saya ini meruakan “tonjokan” yang mengejutkan karena baru beberapa bulan menjadi seorang ajur, sudah harus berhadapan dengan akreditasi program keahlian.

meskipun item/instrumen yang dipersyaratkan, seharusnya hanya tinggal menginventarisir dari dokumen sekolah, namun pada kenyataannya… ini sesuatu yang cukup sulit, karena di sekolah kami sistem administrasinya sentralisasi, terpusat di Tata Usaha. Padahal, saat ini adalah akreditasi program keahlian.

Buat semua yang membaca tulisan ini, saya mohon dukungan secara moril dan doanya, semoga dalam persiapan akreditasi sekolah kami dapat berjalan dengan baik, karena terlepas dari BENAR atau SALAH, TEPAT atau TIDAK,  akreditasi adalah CerMIN ProgRAM KEAHlian….

Waallahu ‘alam…

GEMBIRA BERPUASA

“oh senang, hati puasa telah tiba

sebelas bulan menanti akhirnya sampai juga

oh senang hati, sholat tarawih lagi

walaupun seharian menahan lapar dan juga dahaga…

“ketika suara bedug bertalu-talu

dan adzan dikumandangkan slalu…

semua keletihan pun sirna

yang ada hanya rasa……GEMBIRA….”

Sebuah syair lagu SERUNAI RAMADHAN yang pernah tanyang di Indosiar Puasa 3 tahun lalu…

begitu indah syair yang dibuat, menunjukkan betapa Ramadhan adalah bulan yang senantiasa dirindukan oleh orang-orang yang bertaqwa.

Marhaban ya Ramadhan, bulan Barokah dan Rahmah bagi kita yang ikhlas menjalani ibadah di bulan suci ini.

Mohon Mahaf lahir bathin bagi semua rekan, saudara, dan orang-orang yang membaca tulisan ini. semoga termasuk orang-orang yang selalu merindukan Ramadhan, Bulan UMMat Rosululloh….

Selamat dan SUKses

Untuk sahabatku

Sudiono, nama yang dulu aku kenal dengan sebutan “DION”, pengaruh sinetron di salah satu televisi swasta tahun 2000 lalu, ketika aku baru menginjakkan kaki ku di SMK 3.

tak banyak ku kenal dan tak banyak yang kutahu tentangnya,

hanya yang masih melekat diingatanku cerita kecilnya “memory di kereta” yang ia ceritakan, berbagi pengalamannya.

Sudiono, seiring perjalanan waktu aku mengenalnya, seorang wakil kepala sekolah yang berjiwa besar, selalu mengutamakan kepentingan orang banyak, teman-teman sejawatnya.

aku rasakan perubahan emosionalnya,

yang kudengar cerita miring tentangnya, tentang sikapnya yang tak bersahabat, dan hal buruk lain tentangnya….

tapi sejak aku mau tahu dan aku mau kenal dia….

sUDIono… adalah sosok orang yang mampu mengambil hikmah

…………….yang rela disakiti tanpa tersakiti 

…………….yang begitu menghormati yang tua dan menyayangi yang muda

…………….yang mampu belajar hal baru dengan cepat dan mau belajar dari pengalaman.

darinya aku harus banyak belajar… kematangan JIWAnya, pola Pikirnya, EQ dan SQ yang seimbang….

Untuk sahabatku…

kalau suatu saat nanti, “itu hal yang pasti” kau kan pergi

satu untukmu pertahankan apa yang baik darimu dan tetaplah menjadi SUdiONO yang kukenal, meskipun itu hanya penilaian subjektif dariku. Selamat dan SUkses!

“Seorang kepala sekolah adalah Seorang PEmimpin….

dan PemimPIn memiliki Wewenang….

PemimImPIN yang baik adalah yang menggunakan WEWenangnya dengan tidak seWenang-WENAng”.

PatuNG BErnYAWA

Ketika itu saya sedang berbelanja di carrefour Permata Hijau…

Rasa dalam hati saya bercampur aduk…

kaget, sedih, penasaran ingin menyentuh, menggebu untuk bertanya…

pada sebuah patung yang duduk… diam seribu basa….

patung bernyawa…

kaget, karena patung itu begitu lentur fisiknya…

sedih, karena demi sesuap nasi ia melakukan itu, menjadi patung sebuah produk….

penasaran ingin menyentuh, karena tak percaya “Benarkah ini?”

Menggebu untuk bertanya semua rasa yang ada pada patung berNYAWA…

Sampai sekarang masih telihat jelas dalam memori saya,

matanya yang memerah karena menahan kerlip mata, yang seharusnya menjadi suatu refeksi bagi makhluk bernyawa…

Begitu sulitnya menjadi patung berNYAWA,

mata yang tak boleh berkedip, kalaupun berkedip harus tanpa setahu orang lain…

posisi badan yang harus setegar karang, menahan diri untuk “menggaruk” ketika terasa gatal….

saya lihat jelas di matanya betapa ia tersiksa… namun tak kuasa menolaknya….

demi sebuah pekerjaan yang menurut saya diluar batas manusiawi…

memaksa untuk menjadi sebuah PATUNG berNYAWA…..

Selama bulan April-Mei lalu siswa kelas 2 SMK Negeri 3 melaksanakan prakerin (praktek kerja Industri). Kembali belajar di sekolah awal bulan ini. 1 Juni, “merah”, sabtu libur, senin 4 juni guru produktif akuntansi ikut uji sertifikasi teknisi akuntansi, padahal kamis, 7 Juni sudah mulai EHB semester genap.

haruskah prAKerin jadi KAmBing HiTAm?

cuma ada 2 hari selasa dan rabu, 5 dan 6 juni buat anak-anak me-review apa yang pernah mereka pelajari sebelum prakerin.

itupun tidak efektif karena urusan admistrasi sekolah .

harusKAH prakerin jAdi KAMbing HitAm?

bergitu hari H-nya, kelas dua terutama di ruang yang saya awasi adalah kelas 2 akuntansi…soal yang mereka hadapi adalah soal TKM (Bhs. Indonesia dan Matematika).

betapa mereka tak berkutik begitu melihat soal matematika….

Blank…blank….blank….

tak tergambar sama sekali…bagaimana mereka harus menyelesaikan soal2 tersebut.

alasannya….:”Q-ta kan abis prakerin, bu… lupa, boro-boro ngerti…ingat rumusnya aja ‘nggak!”

haruskaH PrakeriN jadI KAmbing HItam?

sedih rasanya melihat itu.

Prakerin yang notabene punya tujuan siswa belajar di rumah sambil menjalankan praktek di industri ternyata hanya tinggal harapan…

memang tidak semua siswa, sih… ada beberapa di antara mereka yang ready dengan keadaan apapun.

ini menjadi sebuah dilema kecil yang berefek besar buat siswa. 

Yang perlu dipikirkan adalah bagaimana tugas kita GURU mengontrol mereka dalam penguasaan materi pelajaran di sekolah selama prakerin, meskipun itu seharusnya SUDAH menjadi tanggung jawab dan kewajiban siswa yang bersangkutan untuk tetap belajar mengulang materi di rumah….

Haruskah PRakerin jadi KAMbing HItaM?

yang menentukan adalah siswa itu sendiri dengan dibantu guru tentunya…

semoga ini jadi bahan renungan bagi kita dan bagaimana solusi terbaiknya.

Dulu sebelum hari Sabtu libur bagi sekolah kami, hari itu adalah hari belajar bagi siswa kelas 2, datang ke sekolah untuk menerima materi pelajaran, meskipun tidak banyak, tapi paling tidak mengingatkan mereka 1 minggu sekali.

Sekarang…? Sabtu libur, mereka prakerin Senin s.d. Sabtu, tak ada waktu mereka untuk ke sekolah…apalagi untuk belajar…

ini yang perlu kita pikirkan dan cari solusinya…

Entahlah…mungkin saya terlalu berharap banyak……

SaLAh SiAPa?

Sesaat yang lalu saya baru saja mengawas Ujian Sekolah di ruang delapan.
Ruang itu adalah ruang siswa program keahlian Penjualan.

Salah SiAPA?

Di menit-menit terakhir, suasana jadi gaduh…. bergumam layaknya sarang lebah….

salah Siapa?

dapatkah ini diperbaiki? suatu kebiasaan buruk siswa kita…..
mencari kesempatan dalam kesempitan.

Mungkin ini sudah terlambat… tapi bukan berarti berhenti berusaha untuk memperbaiki dan mengingatkan untuk merubah sikap dan kebiasaan buruk mengandalkan orang lain dan menghalalkan segala cara untuk mencapai tujuan.

Salah SIapA?

Program Keahian Penjualan yang mendapat label: anak buangan, anak dengan IQ Jongkok, anak dengan pribadi yang tidak baik, susah diatur….haruskah menjadi label abadi?

SalaH SiAPa? terimakah kita yang notabene seorang guru yang tidak hanya mengajar tapi juga mendidik, dengan labelisasi anak-anak penjualan seperti itu???

mungkin sudah terlambat kita mendidik mereka, tapi bukan berarti berhenti berusaha dengan waktu yang tinggal beberapa hari ini, untuk kita membantu, memberi wejangan yang bagi anak-anak tersebut bisa dianggap angin lalu.

Lebih baik terlambat daripada tidak sama sekali….

SalaH SiAPa?

Ini suatu hal yang menyayat hati saya sebagi seorang guru…dan cambuk bagi saya untuk jauh berusaha mendekati anak-anak dengan pendekatan spiritual.

Kalau saya beralasan saya tidak pernah mengajar dan masuk di kelas Penjualan….rasanya tidak logis.

tapi ada rasa penyesalan yang mendalam dalam diri saya seandainya saya bisa mengajar di kelas itu, dan bisa kenal mereka secara pribadi….setidaknya banyak yang saya berikan kepada mereka meskipun itu hanya sekedar nasehat….yang bisa jadi bagi mereka hanyalah celotehan seorang guru… tapi paling tidak ucapan nasehat itu pernah saya lontarkan kepada mereka dan saya telah berusaha merubah menjadi lebih baik…meskipun saya harus belajar banyak dan harus lebih baik lagi.

tapi itu hanya sebuah penyesalan yang tanpa jawaban….

Saya hanya berharap: ini menjadi peringatan bagi kita GURU untuk lebih memperhatikan anak-anak penjualan dan menghilangkan Label ABadi yang disebutkan tadi. Dan bagi anak-anak Penjualan saya berharap ada usaha mereka untuk menunjukkan bahwa labelisasi yang diberikan itu TIDAK BEnar!!!

Mari kita semua berusaha untuk saling mengingatkan dalam hal kebaikan dan kesabaran….karena itulah yang membuat kita menjadi orang-orang yang beruntung (tidak merugi).  QS: Al Ashr.

AMIN…..

REHAT sebulan….

Sebulan lebih!!!

Waduh!!! udah lewat deh tuh APRIL-nya…

Gak terasa dah bulan Mei…

Kosong, bolong, hampa, tanpa aksara yang tertera di sini…

tapi tak apalah…. semua sudah lewat!

ada penyesalan dalam hati, kenapa rasa malas ini masih sering mendera dalam diri

tapi sudahlah…semua tak berguna!

kalau saya memberi alasan rasanya tidak etis…. jaringan internet nya yang lagi macet…sibuk dengan ujian anak-anak…dsb….

waduh!!! lewat deh APRIL-nya

Tapi tak sudahlah…. semua telah berlalu

moga ini jadi pemicu dalam jiwa untuk melawan rasa malas yang berlebihan

AKSARA ku…. Jiwa KU…. LANGGAM ku….

SEMOGA!